Pemko Tanjungpinang Salurkan 711 Ton Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kemarau

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Minggu, 5 April 2026 | 21:16 WIB

IMG-20260405-WA0098

IMG-20260405-WA0098

Tanjungpinang, kabarkepri.co.id ] - Untuk memastikan wilayah terdampak mendapat air bersih, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan distribusi air. Sejak Sabtu (4/4), sudah 711 ton penyaluran air bersih direalisasikan ke masyarakat yang membutuhkan secara memadai.

Hari ini ada beberapa wilayah yang menjadi sasaran distribusi, diantaranya Pesantren Ibnu Usman (17 ton), Jalan Transito Gang Satria (7 ton), Jalan Harmoko (4 ton), serta Masjid Nur Al Weini sebanyak 3 ton, Perumahan Asoka (4 ton), Perumahan Griya Senggarang Permai (1 ton), serta Perumahan Mahkota Alam Permai (1 ton).

Teguh Susanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, menyampaikan bahwa pola distribusi terus diperkuat dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap kondisi di lapangan.

"Kami terus memetakan kebutuhan di setiap wilayah agar penyaluran dapat dilakukan secara lebih terarah. Dengan demikian, distribusi tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Satgas Pendistribusian Air Bersih se-Kota Tanjungpinang, Dedi Ariyanto, menegaskan bahwa tim di lapangan mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam setiap proses distribusi.

“Kami memastikan setiap permintaan yang masuk segera ditindaklanjuti. Pengaturan suplai dilakukan secara dinamis, sehingga wilayah yang membutuhkan penanganan cepat bisa langsung diprioritaskan,” jelasnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut maupun penanganan di lapangan, masyarakat dapat menghubungi Satgas melalui nomor 0821-7325-5567. Selain itu, masyarakat juga dapat berkoordinasi langsung dengan RT/RW maupun lurah setempat guna mempercepat proses penanganan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan bahwa penyaluran air bersih masih akan terus berlangsung, dengan penyesuaian volume distribusi sesuai kebutuhan di lapangan yang terus berkembang.(**)

BP batam