Skip to main content

Sinergi Perbatasan Diperkuat, Imigrasi dan Aparat Gabungan Waspadai Jalur Laut dan Ancaman Transnasional

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
IMG-20260910-WA0156

​BINTAN, kabarkepri.co.id ] — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau memperketat strategi pengawasan lintas batas melalui Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang digelar di The Anmon Resort Bintan, Kamis (10/9). Langkah ini diambil untuk merespons dinamika pergerakan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggi di kawasan strategis perbatasan.

​Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Denni Tresno Sulistianto, menegaskan bahwa posisi geografis Kepri menuntut optimalisasi pengawasan dan deteksi dini guna mengantisipasi pelanggaran izin tinggal maupun potensi tindak pidana.

IMG-20260910-WA0157

​Dalam forum tersebut, Koarmada I melalui Kolonel Wendy menyoroti kerawanan pengawasan di jalur perairan. Aparat ditekankan untuk lebih cermat memeriksa keakuratan crew list serta dokumen pergantian awak kapal guna mencegah celah pelanggaran hukum oleh WNA.

​Penguatan sinergi ini semakin mendesak menyusul paparan dari BNNP Kepri terkait maraknya kejahatan lintas negara. Dalam dua bulan terakhir, aparat gabungan yang terdiri dari BNN, TNI AL, Polri, dan Bea Cukai berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional dengan total barang bukti mencapai lebih dari 8 ton. Sejumlah modus operandi yang dibongkar meliputi pengoperasian pabrik gelap (clandestine laboratory), pengiriman narkotika melalui kapal kargo, hingga pemanfaatan jalur tikus (pelabuhan tidak resmi) dengan modus ship-to-ship yang melibatkan WNA asal Myanmar dan Thailand.

IMG-20260910-WA0158

​Melalui forum TIMPORA ini, seluruh instansi sepakat untuk meningkatkan pertukaran data secara berkala dan mempererat kolaborasi terpadu. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkokoh pertahanan keamanan serta menjaga kedaulatan negara dari berbagai bentuk ancaman di wilayah perbatasan Kepulauan Riau.(**)