BATAM, kabarkepri. co. id |Mitigasi perubahan iklim adalah upaya untuk mengurangi atau mencegah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Beberapa upaya mitigasi perubahan iklim yang dilakukan di Indonesia adalah:
1.Membentuk tim Patroli Terpadu untuk menekan jumlah kebakaran hutan dan lahan
2.Menyusun kajian ASEAN Community-based Climate Action untuk mendorong partisipasi komunitas lokal dalam mengatasi perubahan iklim
3. Menyampaikan Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan upaya mitigasi perubahan iklim dengan cara: mengurangi penggunaan energi listrik, air,kendaraan bermotor, mengelola sampah rumah tangga,membuat kompos sendiri di rumah, memilih produk ramah lingkungan dan menanam pohon.
Sebagaimana tulisan sebelumnya https://kabarkepri.co.id/lingkungan-hidup/ecoenzym-cairan-sejuta-manfaat-dari-sampah, Pengelolaan Sampah organik membantu mengurangi laju pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA). Menumpuknya sampah organik di TPA selain berpotensi menimbulkan polisi udara dan penyakit, juga memiliki potensi kebakaran dari timbulnya gas Metana akibat tumpukan sampah.
Untuk itu Pengelolaan Sampah perlu dilakukan mulai dari hulu di Batam. Berdasarkan hasil survey Partisipasi Masyarakat dalam memilah sampah organik dan organik Institut Teknologi Yogyakarta yang di gunakan untuk penyusunan kajian Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kota Batam, 67 persen masyarakat Batam tidak pernah melakukan pemilahan sampah organik dan non organik. ( *** )

