BATAM, kabarkepri.co.id ] - Pemko Batam tegaskan komitmen awasi aktivitas tambang pasir di kawasan Nongsa, khususnya di sekitar akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
Kepala Dinas Kominfo Batam, Rudi Panjaitan jelaskan, pengawasan dan teguran dilakukan untuk jaga kelestarian lingkungan dan pastikan tata kelola kawasan strategis sesuai regulasi.
“Langkah ini murni untuk jaga ketertiban dan kepentingan umum. Fokus kami pastikan Batam berkembang dengan tata ruang tertib dan lingkungan terjaga,” ujar Rudi, Senin (4/5).
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, beri teguran langsung ke penambang yang diduga aktivitas ilegal di bahu jalan. Tindakan ini bagian fungsi pengawasan pemerintah terhadap kegiatan yang berpotensi ganggu masyarakat dan infrastruktur kota.
Aktivitas pengorekan pasir di lokasi itu jadi perhatian karena berisiko rusak ekosistem, ganggu estetika, serta bahayakan jalur utama ke objek vital nasional seperti Bandara Hang Nadim.
Penertiban Pemko Batam juga dapat dukungan tokoh masyarakat, Paulus Lein. Dia menhimbau warga agar tidak salah tafsir langkah pemerintah.
“Ini bagian penegakan aturan. Batam kota multikultural yang junjung tinggi toleransi. Jangan sampai isu ini picu kesalahpahaman antar kelompok,” kata Paulus.
Ia ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuka publik aktif beri edukasi objektif ke warga demi jaga harmoni sosial.
Pemko Batam minta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi info yang belum jelas. Pemko buka ruang dialog, tapi tetap tegas tegakkan aturan demi keamanan dan kenyamanan warga.
Lewat pengawasan ini, diharapkan seluruh aktivitas pemanfaatan lahan di Batam sesuai rencana tata ruang dan tetap utamakan keberlanjutan lingkungan.(**)

