Pemko Batam Buka Forum Perangkat Daerah Tahun 2025 Untuk Bahas Program Rencana Priorita Pembangunan

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Jumat, 28 Februari 2025 | 14:12 WIB

IMG-20250228-WA0077

IMG-20250228-WA0077

BATAM, kabarkepri.co.id ] - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batam menyelenggarakan acara Forum Perangkat Daerah Kota Batam Tahun 2025, di Aula Engku Hamidah, Kamis (27/2).

Mewakili Walikota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Jefridin membuka forum daerah ini. Acara ini bertujuan untuk menyelaraskan visi misi Kepala Daerah Terpilih.

Rencananya, melalui forum ini akan dibahas program prioritas yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

"Atas nama Wali Kota Batam, mengucapkan terimakasih kepada seluruh Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, akademisi dan stakeholder yang sudah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga dari diskusi nanti dapat menghasilkan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang akurat, terukur dan berbasis data,” ujar Jefridin.

Sambung Jefridin, RKPD merupakan dokumen perencanaan yang menjadi pedoman bagi Perangkat Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selama satu tahun. Rencana kerja yang baik menurutnya harus selaras dengan visi dan misi Pemerintah Daerah dan selaras dengan prioritas pembangunan dalam RKPD Kota Batam.

“Yang paling penting RKPD mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan yang semakin maju. Agar visi Kota Batam ” Batam Kota Madani Yang Inovatif, Berkelanjutan dan Berbudaya Sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan di Asia Tenggara” dapat kita wujudkan,” harapnya.

Selanjutnya, dalam penyusunan RKPD Tahun 2026, untuk skala prioritas dapat mengoptimalkan pengembangan dan pelayanan air bersih. Optimalisasi penanganan banjir, pengobatan gratis masyarakat ber KTP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan pekerja rentan dan bantuan lansia.

Beasiswa Perguruan Tinggi masyarakat hinterland dan siswa berprestasi tidak mampu. Pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Peningkatan investasi dan destinasi MICE serta pengelolaan pasokan dan stok kebutuhan pokok.(**)