BATAM, kabarkepri.co.id ] - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam gandeng Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepri untuk program wirausaha keluarga binaan yang tidak mampu. Program ini akan dilaksanakan dengan tujuan memberikan keterampilan berusaha secara mandiri kepada keluarga binaan atau istri dari keluarga binaan yang sedang menjalani hukuman.
"Kita akan lakukan program wirausaha ini secara bersamaan, kepada istri binaan Lapas yang memang secara ekonomi tidak mampu, agar mereka memiliki ketrampilan untuk berusaha," kata Kepala Kantor Kelas II A Batam, Yugo Indra Wicaksi, kepada pengurus JMSI Kepri saat berkunjung ke Lapas, Senin (30/6).
Dengan mendapatkan keterampilan, lanjut dia, istri keluarga binaan dapat berusaha dan menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan anak.
"Di Lapas ini, istri binaan itu diajarkan bagaimana memasak mi Aceh, empek-empek, tekwan dan lain sebagainya. Setelah selesai pembekalan dan terampil, maka kita akan keluarkan sertifikat, ini rencana kita," ungkap Yugo.
Lebih terang Yugo menjelaskan, secara psikologis keluarga binaan disini mentalnya down, karena memikirkan keluarga dan anak-anaknya. Bagaimana agar mereka tidak stres menjalani hukuman, kita coba dengan cara ini.
"Jika istri-istri dari keluarga binaan terampil dan berwirausaha, maka mereka yang dibina disini akan merasa tenang, sebab istrinya bisa menafkahi anaknya," sambung Yugo.
Lalu bagaimana tentang fasilitas peralatan untuk mendapatkan keterampilan dan modal usaha bagi mereka istri keluarga binaan yang sudah terampil ?.
"Jika untuk peralatan pendukung, kita bisa upayakan, namun untuk modal berusaha istri-istri tahanan ini, tolong abang-abang bantulah akses keinstansi terkait, agar mereka dapat diperhatikan," harap Yugo.
Merespon hal ini, Ketua JMSI Kepri, Eddy Supriatna, juga menyampaikan harapan agar Lapas Barelang dapat terus menjadi lembaga yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam hal pembinaan bagi warga binaan.
"Kami berharap Lapas Barelang dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan, sehingga mereka dapat menjadi lebih produktif dan mandiri setelah bebas. Tentang modal wirausaha untuk modal istri keluaga binaan, JMSI Kepri akan coba komunikasikan," katanya.(**)


