Komunitas Cahaya Haemofilia Berharap Pemerintah Kabupaten - Kota Memberikan Perhatian

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:17 WIB

IMG-20250810-WA0091

IMG-20250810-WA0091

BATAM, kabarkepri.co.id ] - Tidak terasa usia Komunitas Cahaya Haemofilia (KCH) sudah 7 tahun di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pengurus bersama orangtua dan penderita Haemofilia melakukan serangkaian acara Hari Ulang Tahun di Turi Beach Resort Nongsa Batam, Minggu (10/8)

Dalam pertemuan, terlihat pengurus dan anggota KCH berbincang sambil sesekali tertawa, tidak terlihat sebagian mereka adalah penderita haemofilia.

"Haemofilia bukan penyakit menular, dan tak perlu dikawatirkan bila bertemu dengan penderita. Penyakit haemofilia adalah kelainan pendarahan (sulitnya darah membeku), bila penderita terkena benturan atau terluka, pendarahan lebih lama dari manusia normal. Atau bisa terjadi biru-biru disekujur tubuh, " terang dokter M Yamin kepada kabarkepri.co.id, disela-sela acara, Minggu (10/8).

Untuk menentukan penyakit haemofilia, sambung Yamin, kenali ciri-cirinya dan harus melalui pemeriksaan darah.

"Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, akan tetapi, jika penanganannya tepat penderita bisa hidup normal. Saat ini klinik atau rumah sakit sudah tersedia obatnya untuk disuntikkan, " sambung Yamin.

Lalu seperti apa kondisi kejiwaan dari penderita begitu mengetahui dia mengidap penyakit haemofilia dan bagaimana memotivasinya?

"Pada umumnya akan menolak dan marah, karena kondisi ini membuat seseorang sulit menjalani kehidupan normal dan perlu banyak penyesuaian. Cara memotivasi adalah dengan menggali dan mencari potensi yang ada pada dirinya lalu memberikan dukungan sosial agar ia bisa menemukan cara yang lebih baik untuk menjalankan aktivitasnya," ungkap Psikolog, Farah Oktamurdiantri, M.Psi.

Salah satu penderita haemofilia bernama Iyan menjelaskan, semenjak dirinya masuk dalam KCH, ada motivasi dan bersemangat. Di usianya yang ke 38, Iyan sudah membuka usaha kafe di kawasan Batam Kota.

"Dengan semangat dan penanganan yang tepat, kita bisa hidup normal dan berusaha," terangnya.

Sementara itu, Ketua KCH yang baru Savitri, istri almarhum Sunil menjelaskan, ini adalah amanah, dirinya akan trrus berjuang menjalankan misi komunitas.

"Tugas komunitas adalah pelayanan, memberikan motivasi kepada penderita dan juga orangtua yang memiliki anak penderita haemofilia. Jangan panik kami ada bersama orangtua," terangnya.

Dirinya juga berharap, pemerintah Kabupaten-Kota yang ada di Kepulauan Riau (Kepri) memberikan perhatian kepada tugas pelayanan yang dilakukan oleh komunitas.

"Berikan kami akses kemudahan untuk memperoleh obat-obatan dan seterusnya. Sehingga para penderita bisa merasakan hidup normal. Terutama peluang pekerjaan bagi penderita," pesan Savitri.

Dalam pertemuan, petugas Klinik Utama Dunia Medical Center, Riyanto dan Robi, bercerita tentang melayani penderita haemofilia dengan suntikan.Keduanya sudah sangat dikenal dan akrab di kalangan penderita haemofilia.

"Kalau penderita masih usia sekolah, kan lasak, lari sana-sini, kita tunggui tenang dulu, sambil kita ajak berbincang, sudah tenang baru kita suntik," kata Riyanto.

Sementara itu, Jainuddin Daulay Lc., S.Pd.I., M.Pd.I, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Salafiyah Ula Annashar MKGR - Batu Aji Batam, memberikan apresiasi dan sangat berkesan dengan komunitas KCH.

"Kita berikan apresiasi buat KCH dengan pelayanannya, penjelasan yang terang dan jelas, sehingga kita tahu seperti apa penyakit haemofilia dan cara penangananya, " terang Jainuddin Daulay.

Ada dua anak murid Pondok Pesantren Salafiyah Ula penderita haemofilia, Aziz & Mahmud Belajar. Sedangkan anggota KCH sebagai penderita ada 50 orang.(**)