BATAM, kabarkepri.co.id ] - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) terus menggenjot pemulihan dan peningkatan layanan air minum di Kota Batam. Langkah taktis ini diambil menyusul pemantauan pasca perbaikan pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning, yang menunjukkan suplai air di sebagian besar wilayah telah berangsur normal.
Kendati demikian, sejumlah kawasan seperti Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, hingga kawasan Marina masih memerlukan perhatian khusus. Secara teknis, wilayah-wilayah ini merupakan stress area atau berada di ujung jaringan (end of line) dengan elevasi tinggi, sehingga sejak lama menerima suplai dengan tekanan dan durasi terbatas.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bahkan turun langsung meninjau salah satu stress area di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, pada Jumat (4/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk mendengarkan langsung keluhan sekitar 65 kepala keluarga di RT 3 dan RT 5 yang mengalami keterbatasan aliran air.
Salah seorang warga, Parna, menyampaikan apresiasi atas perhatian langsung Kepala BP Batam terhadap kondisi masyarakat dan upaya mencari solusi atas persoalan tersebut.
Merespons kondisi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa jajarannya tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kebutuhan warga segera teratasi.
“Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai,” tegas Amsakar pada jajaran SPAM dan ABH. Ia juga menargetkan proyek penguatan jaringan ini rampung paling lambat akhir November atau Desember 2026.
Sebagai solusi jangka pendek, armada mobil tangki air dikerahkan secara intensif dan terjadwal ke wilayah prioritas seperti Sei Lekop, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, hingga Kavling Berseri. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, BP Batam mempercepat proyek penguatan jaringan primer, sekunder, dan tersier, termasuk program Quick Win di kawasan Saguba, Sei Lekop, dan Marina.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan skala prioritas ganda demi tuntasnya persoalan air bersih di Batam.
“BP Batam bersama PT Air Batam Hilir bekerja dengan skala prioritas yang jelas. Pengiriman armada tangki kami fokuskan secara teratur di titik-titik kawasan prioritas penanganan darurat. Di saat yang sama, tim teknis terus memacu penyelesaian proyek perkuatan jaringan pipa... sehingga warga di area ujung pipa dapat menikmati suplai air yang lebih optimal dan permanen,” terang Denny.
Dengan kombinasi penanganan darurat lewat mobil tangki dan perbaikan infrastruktur permanen, BP Batam berkomitmen menghadirkan layanan air minum yang andal dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Batam.(**)