BATAM, kabarkepri.co.id ] - Pemerintah Kota Batam dan APINDO Kota Batam menandatangani Kesepakatan Bersama Sinergi Penguatan Urusan Ketenagakerjaan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026). Disaksikan oleh Wamendagri Bima Arya, kerja sama ini bertujuan memastikan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja tempatan di tengah tingginya arus migrasi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesepakatan ini mengakhiri sekadar imbauan verbal.
“Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan,” tegas Amsakar.
Sebagai langkah awal, sebanyak 30 perusahaan besar berkomitmen menyerap minimal 20 persen tenaga kerja lokal yang dipantau melalui aplikasi SIMNAKER.

Wamendagri Bima Arya turut mengapresiasi langkah kolaboratif ini. “Kami sangat mengapresiasi sinergi antara Pemko Batam dan dunia usaha. Kepala daerah tidak boleh salah diagnosis. Di Batam, pertumbuhan ekonominya tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dibangun ekosistemnya sehingga angka kerja sektor formal mencapai hampir 70 persen,” ujar Bima Arya.
Ketua APINDO Batam, Rafky Rasyid, menyatakan dukungan penuh dari ratusan anggotanya. “Ekonomi Batam bertumbuh pesat. Tugas kita bersama adalah memastikan pekerja lokal dan pengusaha lokal turut menikmati kue tersebut. APINDO bersama 700 perusahaan anggota siap menindaklanjuti MoU ini secara riil,” tutur Rafky.(**)