BATAM, kabarkepri.co.id ] - BP Batam mencatat kinerja positif pelabuhan sepanjang Triwulan I 2026. Bongkar muat peti kemas naik 12% jadi 187 ribu TEUs dari 166 ribu TEUs tahun lalu. Terminal Batu Ampar sumbang 69% atau 128.556 TEUs, tumbuh 22%. Ekspor-impor dominasi 74% arus peti kemas.
General cargo capai 2,9 juta ton, naik 8%. Terminal Curah Cair Kabil jadi penyumbang terbesar 1,09 juta ton, tumbuh 21%.
Kunjungan kapal naik 4% jadi 27.170 call. Gross Tonnage naik 15% ke 19,6 juta GT, artinya makin banyak kapal besar sandar di Batam.
Penumpang ferry tembus 2,5 juta orang, naik 15%. Internasional 1,31 juta penumpang naik 11%, domestik 1,19 juta naik 20%. Terminal tersibuk: Batam Centre dan Telaga Punggur.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad sebut capaian ini bukti Batam makin kuat sebagai hub logistik regional.
"Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujar Amsakar, Kamis (16/4).
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan, dorong layanan adaptif seiring perluasan KPBPB lewat PP 47/2025.
"Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Li Claudia.
Sementara itu, Deputi Denny Tondano pastikan digitalisasi dan e-ticketing terus diperkuat.
"Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Denny.(**)

