Amsakar Achmad Dan Li Claudia Chandra Akan Wujudkan Batam Sebagai Pusat Investasi Dan Pariwisata Terdepan

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Minggu, 2 Maret 2025 | 20:20 WIB

IMG-20250302-WA0083

IMG-20250302-WA0083

BATAM, kabarkepri.co.id  - Berbekal dari rereat Mangelang, sebagai kepala dan wakil di Badan Pengusahaan (BP) Batam, pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra berkeyakinan dan mewujudkan visi Batam kedepan sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan.

Sebagai pimpinan di BP Batam dan Pemerintahan Kota Batam, langkah awal yang akan diambil oleh Amsakar dan Li Claudia adalah mematchingkan kebijakan dan menyusun road map ke depan guna mensukseskan program Pemerintah Indonesia, salah satunya menggenjot angka investasi di Batam.

Untuk meningkatkan investasi, tentu ada perhatian yang menjadi skala prioritas seperti tata kelola pengelolaan lahan, perkuatan sistem OSS dan peningkatan pelayanan terhadap investor.

“Menteri Bahlil kemarin (saat retreat) telah memberikan gambaran tentang investasi dan hilirisasi. Kita akan gunakan semua potensi untuk menjadikan Batam semakin diminati sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan.” ungkap Amsakar.

Menurut Amsakar, langkah awal dilakukan pembenahan dulu terhadap bagaimana pengalokasian lahan ke depan. Kedua kami akan perkuat Online Single Submission (OSS) dan pelayanan kepada investor. Karena kata kuncinya dalam dunia investasi adalah Service bagi pelayanan investasi.

Hal yang menguntungkan pada tiga tahun terakhir investasi PMDN dan PMA berada pada nilai yang relatif seimbang. Menurutnya, investasi di wilayah KPBPB memiliki banyak insentif, sehingga idealnya Batam memiliki angka PMA yang lebih besar ke depan.

Langkah berikutnya, Amsakar akan segera melakukan rapat koordinasi guna membahas blue print investasi Batam bersama jajaran BP Batam.

“Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana dengan segala potensi yang ada ini menjadikan Batam semakin diminati. Kami ingin mewujudkan Batam sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan di Asia Tenggara.” Pungkas Amsakar Achmad. (**)