Skip to main content

55 Tahun BP Batam: Investasi Tumbuh, Sudahkah Warga Merasakannya?

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
3 min read
IMG-20261024-WA0216

​BATAM, kabarkepri.co.id ] — Menjelang usia ke-55 BP Batam, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, membagikan refleksinya terkait pertumbuhan investasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

​"Dalam perjalanan pulang dari Seoul menuju Batam, 23 Oktober 2026, saya menulis refleksi ini sambil menimbang pelajaran dari Korea Selatan dan pekerjaan yang menanti di kantor. Menjelang usia ke-55 BP Batam, capaian pembangunan patut disyukuri. Namun, anak muda yang masih mencari pekerjaan dan warga yang masih menunggu air mengalir mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita belum selesai," ungkap Fary.

​Realisasi investasi Batam Semester I 2026 telah menembus Rp38,97 triliun (55,67% dari target Rp70 triliun). Pada Triwulan II 2026, ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen, melampaui capaian Kepri maupun nasional. Sejalan dengan itu, IPM naik menjadi 83,80 pada 2025, angka kemiskinan turun ke 3,81 persen, dan tingkat pengangguran terbuka menyusut jadi 7,57 persen.

​"Capaian tersebut layak dihargai tanpa mengabaikan keluarga berpendapatan tidak menentu dan pencari kerja yang masih menunggu kesempatan. Penurunan kemiskinan dipengaruhi banyak faktor, termasuk pekerjaan, perlindungan sosial, pemberdayaan, serta perjuangan masyarakat sendiri. Angka investasi menunjukkan besarnya kegiatan ekonomi. Kehidupan warga memperlihatkan sejauh mana manfaatnya dirasakan," jelasnya.

​Menanggapi persoalan krisis air di Batam yang saat ini mengalami defisit 446 liter per detik di musim kering, Fary menyoroti studi bandingnya ke K-water di Korea Selatan. Ia mengamati pemisahan pasokan air industri dan domestik di Sihwa, serta pemanfaatan teknologi desalinasi air laut (SWRO) berkapasitas 100.000 m³/hari di Daesan.

​"Kedua pengalaman ini memberikan arah pembelajaran bagi Batam: merencanakan layanan sesuai kebutuhan dan mengembangkan sumber air tambahan dari laut. Penerapannya perlu memperhitungkan biaya, keandalan energi, kualitas air, serta perlindungan lingkungan. Investasi harus tumbuh bersama ketahanan air, sehingga pabrik tetap berproduksi dan keran warga tetap mengalir," tegasnya.

​Untuk mengatasi defisit air, BP Batam memproyeksikan surplus air baku sebesar 505 liter/detik pada 2027 dan 3.204 liter/detik pada 2032 melalui penambahan kapasitas dan keterlibatan swasta.

​"Proyeksi tersebut bergantung pada terlaksananya seluruh program dan kontribusi swasta. Ketersediaan air baku harus didukung kemampuan pengolahan, jaringan distribusi, pengurangan kebocoran, serta keandalan pompa dan listrik. Surplus dalam neraca harus sampai ke keran warga," tambahnya.

​Fary menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik serta menindaklanjuti setiap keluhan warga secara nyata.

​"Pelaksanaan semua itu membutuhkan kepercayaan publik. Ketidaksukaan kepada BP Batam jangan menghilangkan arti capaian. Sebaliknya, dukungan kepada BP Batam jangan membuat keluhan masyarakat dikecilkan. Ketidaksukaan tidak boleh menghapus fakta. Dukungan tidak boleh menghapus tanggung jawab," katanya.

​Lanjut Fary, sebagai bagian dari pimpinan BP Batam, saya ikut memikul tanggung jawab tersebut. Hadiah terbaik pada usia ke-55 adalah perbaikan yang dirasakan dan kemajuan yang dapat diperiksa. Keluhan membutuhkan tindak lanjut, proyek memerlukan kepastian penyelesaian, dan masyarakat berhak mengetahui perkembangannya.

​Ia menutup refleksinya dengan mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah.

​"Mari kita satukan langkah mewujudkan Batam Maju: investasi melonjak, lapangan kerja meluas, pelayanan semakin andal, dan setiap keluarga merasakan manfaat pembangunan. Selamat HUT ke-55 BP Batam," pungkasnya.(**)