TANJUNGPINANG, kabarkepri.co.id ] – Minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Tanjungpinang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura dilaporkan menurun. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dikeluhkan wisatawan, khususnya asal Malaysia, adalah kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan.
"Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka membawa box hasil pancingan untuk pulang, selalu ditahan," kata Lis, Jumat (10/7/2026).
Akibat kendala tersebut, banyak wisatawan memilih meninggalkan tangkapannya atau beralih menggunakan pintu masuk di daerah lain. Padahal, tren pariwisata di Kepulauan Riau sedang meningkat, dengan catatan kunjungan mencapai 837.015 orang hingga Mei 2026. Namun, kontribusi Pelabuhan Sri Bintan Pura masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Menanggapi hal ini, Lis berupaya mencari jalan keluar agar minat wisatawan terhadap wisata mancing di Tanjungpinang tidak terus berkurang. Ia telah berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai dan Kantor Imigrasi untuk mencari solusi bersama.
"Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi. Kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi," ujarnya.
Lis berharap seluruh pihak dapat memiliki komitmen yang sama untuk mendukung pariwisata tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. "Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia," tutupnya.(**)

