Presiden Prabowo Dorong Batam Jadi Pusat Ekonomi dan Logistik Global

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Selasa, 7 Juli 2026 | 16:24 WIB

IMG-20260707-WA0146

IMG-20260707-WA0146

​JAKARTA, kabarkepri.co.id ] – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan BP Batam di Jakarta, Selasa (7/7/2026), untuk membahas percepatan transformasi Batam sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.

​Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Batam harus bertransformasi menjadi model percontohan bagi agenda nasional yang berfokus pada hilirisasi, industrialisasi, serta deregulasi. Presiden menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat melalui kepastian hukum, percepatan pelayanan, dan pembangunan infrastruktur berdaya saing global.

Arahan strategis Presiden mencakup tiga poin utama yakni , modernisasi pelabuhan, reformasi layanan, dan kepastian investasi.

- Modernisasi Pelabuhan

Pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik dunia yang terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur teknologi tinggi, dan pusat data untuk menekan biaya logistik.

- ​Reformasi Layanan

Menjadikan Batam pilot project reformasi investasi melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, dan transparansi tata kelola lahan (Land Management System).

- Kepastian Investasi

Memperkuat kepastian hukum dan daya saing infrastruktur untuk menarik investor global.

BP Batam melaporkan pertumbuhan investasi yang signifikan. Setelah mencapai Rp69,3 triliun pada 2025, investasi di Batam pada Triwulan I 2026 melesat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai Rp17,48 triliun. Investasi kini lebih fokus pada sektor bernilai tambah tinggi seperti elektronik, energi, dan mesin.

​Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo berkomitmen mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk segera menyelesaikan harmonisasi regulasi dan percepatan pembangunan infrastruktur di Batam. (**)

BP batam