Wali Kota Batam Amsakar Achmad Soroti Inflasi dan Akurasi Data Ekonomi

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:58 WIB

IMG-20260620-WA0241

IMG-20260620-WA0241

​BATAM, kabarkepri.co.id ] – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam tahun 2026, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Jumat (19/6).

​Dalam rapat tersebut, Amsakar memberikan perhatian khusus pada dua isu utama, yakni pengendalian inflasi dan akurasi data pertumbuhan ekonomi.

​Saat ini, inflasi Kota Batam berada di angka 3,99 persen, sedikit di atas target nasional yang berkisar 1,5 persen hingga 3,5 persen. Amsakar meminta seluruh pihak terkait untuk fokus menekan harga komoditas penyumbang inflasi, di antaranya​, emas perhiasan, tarif angkutan udara, ​Beras dan daging ayam ras dan makanan jadi.

​Khusus untuk tarif angkutan udara yang merupakan kebijakan nasional, Amsakar berharap adanya pertimbangan khusus agar beban masyarakat di Batam dapat lebih ringan.

​​Selain inflasi, Amsakar juga menyoroti data pertumbuhan ekonomi Batam triwulan I tahun 2026 yang tercatat nol persen. Angka ini dianggap janggal karena indikator lain, seperti kunjungan wisatawan dan investasi, justru menunjukkan tren positif.

​"Kita memerlukan data yang objektif dan akurat. Bekerja tanpa data yang tepat ibarat berjalan dalam gelap tanpa arah," tegas Amsakar.

​Untuk memastikan kebenaran data tersebut, Pemkot Batam akan menggelar rapat koordinasi khusus bersama BP Batam, Bank Indonesia, BPS, dan Bea Cukai.

​Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Wijidarto, menjelaskan bahwa ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah menjadi tantangan utama inflasi di Batam. Ia juga menyoroti bahwa tingginya minat masyarakat terhadap emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar selama tiga tahun terakhir, yang sekaligus menjadi cerminan dari kuatnya daya beli masyarakat Batam. (**)

BP batam