BATAM, kabarkepri.co.id ] – Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar kini bertransformasi menjadi gerbang logistik berstandar internasional. Dengan investasi USD 85 juta melalui kolaborasi BP Batam, PT BTP, dan BACT, pelabuhan ini berhasil mendongkrak efisiensi dan konektivitas global.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan langkah ini adalah komitmen strategis BP Batam.
“Sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra, kami terus mengakselerasi pengembangan TPK Batu Ampar untuk mewujudkan ekosistem logistik modern yang meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi utama,” ujar Denny, Jumat (10/7/2026).
Hasil Nyata Modernisasi yakni, produktivitas, efisiensi waktu dan volume.
- Produktivitas
Bongkar muat naik 33% (24 BCH), kinerja kapal melonjak tiga kali lipat (40 BSH).
- Efisiensi Waktu
Waktu putar kapal terpangkas 65% (menjadi 7 jam) dan waktu tunggu turun 57%.
- Volume
Tercatat 221.183 TEUs arus peti kemas hingga Mei 2026, dengan 32,5% merupakan kontribusi ekspor.
Peningkatan konektivitas lewat direct call ke Shanghai kini menekan biaya logistik hingga 50% atau hemat USD 300 per kontainer dibandingkan rute transit. Selain itu, efisiensi waktu sandar menghemat biaya operasional maskapai hingga USD 3.800 per kunjungan.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, memastikan pihaknya akan terus memperbesar kapasitas terminal agar Batam kokoh sebagai hub logistik regional.
Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menambahkan bahwa fokus ke depan mencakup implementasi Direct Billing untuk transparansi, pengerukan kolam pelabuhan, serta integrasi digital penuh.
“BP Batam bersama BTP dan BACT akan terus menjalankan program strategis demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Basori. (**)

