BATAM, kabarkepri.co.id ] - Pemko Batam lewat Diskominfo beri klarifikasi soal isu sensitif yang ramai di masyarakat.
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, minta dinamika itu disikapi bijak dan tidak dibesar-besarkan agar tidak ganggu keharmonisan sosial.
“Setiap informasi yang beredar hendaknya disaring cermat. Jangan sampai beda pandangan picu kesalahpahaman lebih luas,” ujarnya, Rabu (29/4).
Rudi tegaskan, Pemko Batam berkomitmen jaga stabilitas daerah dengan komunikasi inklusif, santun, dan bertanggung jawab. Menurutnya, beda pendapat bagian dari demokrasi yang harus dikelola dewasa.
Isu mencuat usai muncul kritik ke pernyataan yang dinilai bermuatan sensitif dan multitafsir di ruang publik. Kondisi ini jadi perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga pengawas pelayanan publik.
Rudi tekankan pentingnya jaga suasana kondusif dan hindari narasi yang perkeruh keadaan. “Pemerintah hadir sebagai penyejuk. Kami buka ruang dialog agar persoalan selesai konstruktif dan tidak jadi konflik,” katanya.
Ia ajak semua elemen masyarakat, tokoh, dan pemangku kepentingan jaga persatuan Batam yang dikenal harmonis dalam keberagaman.
“Batam rumah bersama. Mari kita rawat dengan saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu utuh,” tutupnya.(**)

