BATAM, kabarkepri.co.id ] — Pemko Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memperkuat sektor pendidikan melalui validasi data guru dan tenaga kependidikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemerataan guru dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Hal itu disampaikan saat silaturahmi bersama 648 ASN sektor pendidikan Kecamatan Sekupang di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8). Amsakar mengatakan pendataan ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.
“Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya.
Amsakar juga mengapresiasi dedikasi guru yang berhasil mendongkrak IPM Batam dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025, serta menegaskan komitmen pemerintah terhadap sektor SDM.
"Kalau mutu pendidikan kita baik, tentu karena guru-gurunya hebat. Karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas, termasuk melalui program seragam sekolah gratis dan beasiswa,” kata Amsakar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa validasi dilakukan menyusul laporan kekurangan guru akibat banyaknya ASN yang pensiun dan belum sepenuhnya tergantikan.
"Hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru cukup besar, tetapi komposisi PPPK lebih banyak. Sementara guru ASN yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan, sehingga sejumlah sekolah masih kekurangan tenaga pendidik,” jelas Li Claudia.
Ia menambahkan, data yang akurat ini nantinya akan dibawa ke tingkat pusat untuk mencari solusi terbaik.
“Setelah data dimutakhirkan, kami akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mencari solusi bersama,” pungkasnya.(**)