BATAM, kabarkepri.co.id ] - PT Equator Gate System Batam (EGSB) bangun AI Data Centre senilai USD 5 miliar atau setara dengan Rp88 triliun, di lahan 30 hektare kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) PLN Batam-EGSB jadi langkah strategis dan bukti kesiapan Batam bangun ekosistem digital berkelanjutan.
“Batam memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta kesiapan kawasan yang sangat kompetitif untuk industri digital masa depan. Kehadiran investasi AI Data Centre ini, menjadi momentum percepatan transformasi Batam menuju ekonomi berbasis teknologi, inovasi, dan digitalisasi,” ujarnya.
BP Batam minta komitmen PLN Batam sediakan listrik stabil dan andal. Energi jadi kunci utama tarik investor teknologi ke Batam.
“BP Batam tentunya akan terus berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif. Saya mengucapkan selamat atas sinergi yang terjalin, mari kita membawa Indonesia khususnya Kota Batam, menjadi pemimpin digitalisasi di Asia Tenggara,” tutup Li Claudia.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis menegaskan, BP Batam kawal proyek ini dengan fast-track execution untuk percepat realisasi investasi.
“BP Batam menyiapkan kepastian investasi, percepatan layanan, dan kesiapan kawasan. PLN Batam memastikan kesiapan energi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Batam siap menjadi AI dan Digital Gateway Indonesia yang terhubung dengan ekosistem global,” ujar Fary.
Proyek EGSB diharapkan menjadi anchor investment yang tarik industri cloud computing, semiconductor, AI services, dan industri digital global lainnya.
EGSB diperkirakan serap 700–800 tenaga profesional bidang data centre dan digital lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi Batam. Investasi ini juga dorong transfer teknologi, peningkatan SDM lokal, dan ekonomi digital.
“Batam tidak lagi hanya berkembang sebagai kawasan industri manufaktur, tetapi sedang bertransformasi menjadi Execution Hub of Global Digital Industry,” tutup Fary.(**)

