BATAM – Realisasi investasi di Batam mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 72,83 persen pada 2025 menjadi Rp44,01 triliun, melampaui target yang dipatok sebesar Rp36,9 triliun. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa capaian ini buah dari reformasi birokrasi yang masif.
"Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan," ujar Amsakar dalam program PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).
Reformasi Pelayanan Total
Menindaklanjuti arahan Presiden untuk menyederhanakan pelayanan dunia usaha, Batam kini memangkas waktu perizinan secara drastis. Salah satu capaian utama adalah durasi pengurusan AMDAL yang kini selesai rata-rata dalam 38 hari, dari yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga dua tahun.
"Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam," tegas Amsakar. Untuk memastikan proses berjalan lancar, Batam juga menghadirkan sistem pemantauan digital real-time dan program Duta Investasi guna mendampingi investor. "Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal hingga investasi terealisasi," tambahnya.
Ekonomi Baru dan Status Mitra
Selain sektor logistik dan pariwisata yang terus tumbuh, sektor Data Center menjadi mesin ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp120 triliun dari 20 proyek yang sedang dikembangkan. Terkait posisi Batam di kawasan regional, Amsakar meluruskan anggapan persaingan dengan Singapura maupun Johor.
"Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi," ungkapnya.
Fokus Lokomotif Ekonomi
Presiden RI pun telah memberikan arahan agar Batam terus mempertahankan perannya sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional melalui penguatan infrastruktur dan percepatan perizinan.
"Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih tinggi. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha," tutup Amsakar.(**)

