BATAM, kabarkepri.co.id ] – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat menindaklanjuti masukan dari Komisi VI DPR RI terkait masalah banjir di Kota Batam. Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada Rabu (17/6), tim BP Batam langsung turun ke lapangan.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama jajaran dan Pemerintah Kota Batam meninjau 11 titik rawan banjir. Lokasi tersebut meliputi kawasan Orchard Park, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate.
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons atas saran DPR RI agar infrastruktur pengendali banjir ditingkatkan seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Batam.
"Kami turun langsung untuk memetakan akar masalah. Penanganan harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi," ujar Mouris.
Langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Pimpinan BP Batam menegaskan bahwa setiap masukan publik dan legislatif harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
Saat ini, BP Batam bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam sedang menyusun rencana penanganan, mulai dari normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, hingga evaluasi pola aliran air demi mencegah banjir ke depannya.(**)

