BATAM, kabarkepri.co.id ] - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad tegaskan, investasi di proyek Rempang Eco-City harus beri manfaat nyata bagi masyarakat, terutama lewat penyerapan tenaga kerja lokal.
Penegasan itu disampaikan saat terima kunjungan Pusat Riset Politik BRIN di Kantor Wali Kota Batam. Kunjungan bertujuan riset dan wawancara terkait studi kasus Rempang Eco-City, khususnya investasi Green Belt and Road Initiative (BRI) asal Tiongkok, Rabu (13/5)
Dalam sesi wawancara soal Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Amsakar menjelaskan Batam punya daya tarik investasi berbeda dibanding daerah lain. Posisi geografis strategis dan regulasi khusus jadi keunggulan Batam.
Amsakar juga paparkan sejarah Batam sebagai kawasan strategis nasional yang dirancang jadi pusat pertumbuhan ekonomi. Perhatian Pemerintah Pusat ke Batam terus meningkat lewat berbagai kebijakan strategis.
“Batam punya independensi tentukan arah investasi, tapi tetap selaras dengan kebijakan pusat. Kami sangat konsen terhadap transisi energi hijau,” kata Amsakar.
Terkait investasi asing di Rempang Eco-City, Amsakar pastikan pemerintah lindungi kepentingan masyarakat. Dia minta investor harus memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Kami tekankan ke investor untuk rangkul dan rekrut tenaga kerja lokal. Kehadiran investasi harus beri dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Batam,” tegasnya.
Amsakar sambut baik riset BRIN dan harap hasilnya jadi rekomendasi strategis bagi Pemko Batam.
“Kami terbuka terima masukan. Jika ada usulan langkah yang perlu diambil, tentu akan bantu sempurnakan kebijakan demi kemajuan Batam,” tutupnya.(**)

